Warna

 Warna


Warna adalah sebuah kesan, pigmen, atau spektrum tertentu yang tertangkap oleh mata dari cahaya terhadap benda yang dikenai cahaya tersebut


Cahaya

Cahaya adalah energi berupa gelombang elektromagnetik kasat mata yang memiliki panjang gelombang 380 hingga 750 nm, dalam dunia fisika, disebut sebagai radiasi elektromagnetik  perbedaan panjang gelombang tersebut dipersepsikan sebagai 'warna' Dalam dunia fisika, disebut sebagai radiasi elektromagnetik. Cahaya dapat dibagi menjadi 2 bagian :

1. Cahaya Langsung 

Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.

2. Cahaya Tak Langsung

Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.


Spektrum Warna




Cahaya polikromatik merupakan cahaya putih yang terdiri atas tujuh spektrum warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna tersebut diurutkan dari yang memiliki panjang gelombang terbesar (merah) hingga panjang gelombang terkecil (ungu).
 

Bagaimana Manusia melihat warna ?


kita bisa melihat warna tertentu karena mata kita menerima informasi berupa cahaya yang dipantulkan oleh seluruh objek di sekitar kita yang terpapar oleh cahaya.Terdapat tiga jenis sel berbentuk cone yang dapat membaca rangsangan cahaya, yaitu cone merah, cone hijau dan cone biru. ketika cahaya masuk dan difokuskan oleh mata, maka sel rod dan cone ini akan bekerja untuk meneruskan rangsangan cahaya tersebut ke otak untuk selanjutnya diterjemahkan sebagai warna. 

Rods

- Hanya dapat membedakan terang dan gelap (hitam / putih)

- Mata mempunyai 120 juta rod

- Tidak sensitif terhadap warna

Cones

- Bagian retina yang peka terhadap warna

- Mata mempunyai 60 juta cones

- Ada tiga macam cones, masing-masing peka terhadap warna merah (L), biru (S) dan hijau (M).

- Dapat membedakan 200 warna sekaligus



Warna dapat diproduksi berdasarkan dua cara :

1. Substractive Colour

2. Additive Colour

Warna additive adalah warna yang berasal dari cahaya dan disebut spectrum. Sedangkan Warna subtractive adalah warna yang berasal dari bahan dan disebut pigmen. Warna pokok additive adalah merah (Red), hijau (Green), biru (Blue), dalam komputer disebut model warna RGB. Warna pokok subtractive adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow), dalam komputer disebut model warna CMY

Representasi warna di komputer

Ada berbagai cara untuk menghasilkan warna menggunakan komputer. Beberapa model warna yang digunakan antara lain :

- RGB

- HSV / HSB

- HLS

- CMY(K)

- CIE


Model Warna RGB (Red, Green, Blue)

 

Tiga warna utama pada model warna RGB (merah, biru, dan hijau) Dalam model warna RGB, warna-warna primer yang digunakan adalah merah, hijau, dan biru. Warna merah yang bercampur dengan warna hijau akan menghasilkan warna kuning; hijau dan biru akan menghasilkan warna sian; sedangkan biru dan merah akan menghasilkan warna magenta. Gabungan antara warna biru, merah, dan hijau dalam intensitas penuh akan menghasilkan warna putih. Model ini sangat cocok dengan psikologi mata manusia yang memiliki reseptor terhadap tiga warna utama ini.

 

Pada layar monitor komputer, warna direpresentasikan oleh beragam titik cahaya. Layar monitor telah dirancang sehingga warna-warna yang ditampilkan pada pixel computer merupakan gabungan dari cahaya merah, hijau, dan biru. Komputer memiliki sistem warna “Additive Color System”, yaitu apabila semakin banyak cahaya warna yang digabungkan, maka semakin tinggi intensitas cahaya yang dihasilkan.

Model Warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)

Dalam model warna CMYK, warna-warna primer yang digunakan bukanlah merah, hijau, dan biru melainkan sian, magenta, dan kuning. Menggabungkan warna sian dan magenta akan menghasilkan warna biru; magenta dan kuning akan menghasilkan warna merah; kuning dan sian akan menghasilkan warna hijau.


Selain itu, model Warna CMYK merupakan “Subtractive Color Model”. Model ini disebut sebagai “Subtractive Color Model” karena apabila warna-warna yang digabungkan semakin banyak atau semakin tinggi intensitasnya, maka semakin sedikit intensitas cahaya yang dihasilkan. Oleh karena itu, penggabungan warna-warna primer yang memiliki intensitas yang sama akan menghasilkan warna hitam.

Model Warna HSB (Hue, Saturation, Brightness)

Meskipun model warna RGB sudah sangat sesuai dengan teknologi pada layar monitor komputer dan juga psikologi dari mata manusia, namun model warna ini tidaklah senatural yang dipikirkan dalam merepresentasikan suatu warna. Ketika seseorang memikirkan sebuah warna, yang pertama kali akan dijelaskan orang tersebut adalah warna dasarnya terlebih dahulu (warna dasar ini yang biasa terdapat dalam pelangi). Setelah itu, mereka akan menjelaskan tingkat kecerahan dari warna tersebut. Oleh karena itu, sebagai alternatif dari model warna RGB, warna juga dapat direpresentasikan menggunakan warna dasar (“Hue”), intensitas (“Saturation”), dan kecerahan (“Brightness”) warna tersebut.

 


- “Hue” merupakan warna dasar yang terdapat di dalam urutan warna pelangi

- “Saturation” merupakan intensitas ataupun kejenuhan dari suatu warna. Semakin rendah intensitas suatu warna, warna tersebut akan terlihat semakin memudar sehingga mendekati warna abu-abu.

- “Brightness” merupakan tingkat kecerahan dari suatu warna. Semakin rendah tingkat kecerahan suatu warna, warna tersebut akan menjadi semakin mendekati hitam.


Model Warna CIE - XYZ

 

Perbandingan Color Gamut pada model warna RGB, CMYK, dan mata manusia

Pada tahun 1931, Commission Internationale d’Eclairage (CIE) menemukan sebuah sistem warna yang dapat mencakup seluruh warna yang dapat dilihat oleh mata manusia. Sistem ini menggunakan tiga poin yang sebenarnya yang dilambangkan sebagai X, Y, dan Z. Tiga poin ini bukanlah warna nyata. Dengan tiga poin ini sebagai dasarnya, kita dapat menggambarkan “color gamut” yang dapat mencakup seluruh warna yang ada. “Color gamut” ini merupakan suatu cakupan warna yang dapat dihasilkan ataupun dibaca oleh suatu sistem. Saat ini, model warna CIE telah berkembang menjadi berbagai jenis model warna. Namun, model warna ini tetaplah menjadi standar model warna karena kemampuannya dalam mencakup seluruh warna yang dapat dilihat oleh mata manusia.

 


Berikut ini adalah perbandingan “Color gamut” antara model warna RGB dan CMYK. Seperti yang dapat dilihat pada gambar ini. Model warna CMYK memiliki “Color gamut” yang lebih kecil dibandingkan model warna RGB. Hal ini dapat menyebabkan warna-warna pada hasil proses percetakan menjadi tidak setajam pada warna-warna yang terdapat pada layar monitor computer kita. Namun, mesin percetakan yang memiliki semakin banyak varian warna dapat memiliki “Color gamut” yang semakin besar pula sehingga warna yang dicetak dapat menjadi semakin tajam







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Algorithma Klipping (Clipping)

OpenGL & GLUT

SYNTHETIC CAMERA