Warna
Warna
Cahaya
1. Cahaya Langsung
Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.
2. Cahaya Tak Langsung
Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.
Bagaimana Manusia melihat warna ?
kita bisa melihat warna tertentu karena mata kita menerima informasi berupa cahaya yang dipantulkan oleh seluruh objek di sekitar kita yang terpapar oleh cahaya.Terdapat tiga jenis sel berbentuk cone yang dapat membaca rangsangan cahaya, yaitu cone merah, cone hijau dan cone biru. ketika cahaya masuk dan difokuskan oleh mata, maka sel rod dan cone ini akan bekerja untuk meneruskan rangsangan cahaya tersebut ke otak untuk selanjutnya diterjemahkan sebagai warna.
Rods
- Hanya dapat membedakan terang dan gelap (hitam / putih)
- Mata mempunyai 120 juta rod
- Tidak sensitif terhadap warna
Cones
- Bagian retina yang peka terhadap warna
- Mata mempunyai 60 juta cones
- Ada tiga macam cones, masing-masing peka terhadap warna
merah (L), biru (S) dan hijau (M).
- Dapat membedakan 200 warna sekaligus
Warna dapat diproduksi berdasarkan dua cara :
1. Substractive Colour
2. Additive Colour
Warna additive adalah warna yang berasal dari cahaya dan
disebut spectrum. Sedangkan Warna subtractive adalah warna yang berasal dari
bahan dan disebut pigmen. Warna pokok additive adalah merah (Red), hijau
(Green), biru (Blue), dalam komputer disebut model warna RGB. Warna pokok
subtractive adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow), dalam komputer
disebut model warna CMY
Representasi warna di komputer
Ada berbagai cara untuk menghasilkan warna menggunakan
komputer. Beberapa model warna yang digunakan antara lain :
- RGB
- HSV / HSB
- HLS
- CMY(K)
- CIE
Model Warna RGB (Red, Green, Blue)
Tiga warna utama pada model warna RGB (merah, biru, dan hijau) Dalam model warna RGB, warna-warna primer yang digunakan
adalah merah, hijau, dan biru. Warna merah yang bercampur dengan warna hijau
akan menghasilkan warna kuning; hijau dan biru akan menghasilkan warna sian;
sedangkan biru dan merah akan menghasilkan warna magenta. Gabungan antara warna
biru, merah, dan hijau dalam intensitas penuh akan menghasilkan warna putih.
Model ini sangat cocok dengan psikologi mata manusia yang memiliki reseptor
terhadap tiga warna utama ini.
Pada layar monitor komputer, warna direpresentasikan oleh
beragam titik cahaya. Layar monitor telah dirancang sehingga warna-warna yang
ditampilkan pada pixel computer merupakan gabungan dari cahaya merah, hijau,
dan biru. Komputer memiliki sistem warna “Additive Color System”, yaitu apabila
semakin banyak cahaya warna yang digabungkan, maka semakin tinggi intensitas
cahaya yang dihasilkan.
Model Warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)
Dalam model warna CMYK, warna-warna primer yang digunakan bukanlah merah, hijau, dan biru melainkan sian, magenta, dan kuning. Menggabungkan warna sian dan magenta akan menghasilkan warna biru; magenta dan kuning akan menghasilkan warna merah; kuning dan sian akan menghasilkan warna hijau.
Selain itu, model Warna CMYK merupakan “Subtractive Color Model”. Model ini disebut sebagai “Subtractive Color Model” karena apabila warna-warna yang digabungkan semakin banyak atau semakin tinggi intensitasnya, maka semakin sedikit intensitas cahaya yang dihasilkan. Oleh karena itu, penggabungan warna-warna primer yang memiliki intensitas yang sama akan menghasilkan warna hitam.Model Warna HSB (Hue, Saturation, Brightness)
Meskipun model warna RGB sudah sangat sesuai dengan
teknologi pada layar monitor komputer dan juga psikologi dari mata manusia,
namun model warna ini tidaklah senatural yang dipikirkan dalam
merepresentasikan suatu warna. Ketika seseorang memikirkan sebuah warna, yang
pertama kali akan dijelaskan orang tersebut adalah warna dasarnya terlebih
dahulu (warna dasar ini yang biasa terdapat dalam pelangi). Setelah itu, mereka
akan menjelaskan tingkat kecerahan dari warna tersebut. Oleh karena itu,
sebagai alternatif dari model warna RGB, warna juga dapat direpresentasikan
menggunakan warna dasar (“Hue”), intensitas (“Saturation”), dan kecerahan
(“Brightness”) warna tersebut.
- “Hue” merupakan warna dasar yang terdapat di dalam urutan
warna pelangi
- “Saturation” merupakan intensitas ataupun kejenuhan dari
suatu warna. Semakin rendah intensitas suatu warna, warna tersebut akan
terlihat semakin memudar sehingga mendekati warna abu-abu.
- “Brightness” merupakan tingkat kecerahan dari suatu warna.
Semakin rendah tingkat kecerahan suatu warna, warna tersebut akan menjadi
semakin mendekati hitam.
- Hanya dapat membedakan terang dan gelap (hitam / putih)
- Mata mempunyai 120 juta rod
- Tidak sensitif terhadap warna
Cones
- Bagian retina yang peka terhadap warna
- Mata mempunyai 60 juta cones
- Ada tiga macam cones, masing-masing peka terhadap warna
merah (L), biru (S) dan hijau (M).
- Dapat membedakan 200 warna sekaligus
Warna dapat diproduksi berdasarkan dua cara :
1. Substractive Colour
2. Additive Colour
Warna additive adalah warna yang berasal dari cahaya dan disebut spectrum. Sedangkan Warna subtractive adalah warna yang berasal dari bahan dan disebut pigmen. Warna pokok additive adalah merah (Red), hijau (Green), biru (Blue), dalam komputer disebut model warna RGB. Warna pokok subtractive adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow), dalam komputer disebut model warna CMY
Representasi warna di komputer
Ada berbagai cara untuk menghasilkan warna menggunakan komputer. Beberapa model warna yang digunakan antara lain :
- RGB
- HSV / HSB
- HLS
- CMY(K)
- CIE
Model Warna RGB (Red, Green, Blue)
Tiga warna utama pada model warna RGB (merah, biru, dan hijau) Dalam model warna RGB, warna-warna primer yang digunakan adalah merah, hijau, dan biru. Warna merah yang bercampur dengan warna hijau akan menghasilkan warna kuning; hijau dan biru akan menghasilkan warna sian; sedangkan biru dan merah akan menghasilkan warna magenta. Gabungan antara warna biru, merah, dan hijau dalam intensitas penuh akan menghasilkan warna putih. Model ini sangat cocok dengan psikologi mata manusia yang memiliki reseptor terhadap tiga warna utama ini.
Pada layar monitor komputer, warna direpresentasikan oleh
beragam titik cahaya. Layar monitor telah dirancang sehingga warna-warna yang
ditampilkan pada pixel computer merupakan gabungan dari cahaya merah, hijau,
dan biru. Komputer memiliki sistem warna “Additive Color System”, yaitu apabila
semakin banyak cahaya warna yang digabungkan, maka semakin tinggi intensitas
cahaya yang dihasilkan.
Model Warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)
Dalam model warna CMYK, warna-warna primer yang digunakan bukanlah merah, hijau, dan biru melainkan sian, magenta, dan kuning. Menggabungkan warna sian dan magenta akan menghasilkan warna biru; magenta dan kuning akan menghasilkan warna merah; kuning dan sian akan menghasilkan warna hijau.
Selain itu, model Warna CMYK merupakan “Subtractive Color Model”. Model ini disebut sebagai “Subtractive Color Model” karena apabila warna-warna yang digabungkan semakin banyak atau semakin tinggi intensitasnya, maka semakin sedikit intensitas cahaya yang dihasilkan. Oleh karena itu, penggabungan warna-warna primer yang memiliki intensitas yang sama akan menghasilkan warna hitam.
Model Warna HSB (Hue, Saturation, Brightness)
Meskipun model warna RGB sudah sangat sesuai dengan
teknologi pada layar monitor komputer dan juga psikologi dari mata manusia,
namun model warna ini tidaklah senatural yang dipikirkan dalam
merepresentasikan suatu warna. Ketika seseorang memikirkan sebuah warna, yang
pertama kali akan dijelaskan orang tersebut adalah warna dasarnya terlebih
dahulu (warna dasar ini yang biasa terdapat dalam pelangi). Setelah itu, mereka
akan menjelaskan tingkat kecerahan dari warna tersebut. Oleh karena itu,
sebagai alternatif dari model warna RGB, warna juga dapat direpresentasikan
menggunakan warna dasar (“Hue”), intensitas (“Saturation”), dan kecerahan
(“Brightness”) warna tersebut.
- “Hue” merupakan warna dasar yang terdapat di dalam urutan
warna pelangi
- “Saturation” merupakan intensitas ataupun kejenuhan dari
suatu warna. Semakin rendah intensitas suatu warna, warna tersebut akan
terlihat semakin memudar sehingga mendekati warna abu-abu.
- “Brightness” merupakan tingkat kecerahan dari suatu warna.
Semakin rendah tingkat kecerahan suatu warna, warna tersebut akan menjadi
semakin mendekati hitam.
Model Warna CIE - XYZ
Perbandingan Color Gamut pada model warna RGB, CMYK, dan
mata manusia
Pada tahun 1931, Commission Internationale d’Eclairage (CIE)
menemukan sebuah sistem warna yang dapat mencakup seluruh warna yang dapat
dilihat oleh mata manusia. Sistem ini menggunakan tiga poin yang sebenarnya
yang dilambangkan sebagai X, Y, dan Z. Tiga poin ini bukanlah warna nyata.
Dengan tiga poin ini sebagai dasarnya, kita dapat menggambarkan “color gamut”
yang dapat mencakup seluruh warna yang ada. “Color gamut” ini merupakan suatu
cakupan warna yang dapat dihasilkan ataupun dibaca oleh suatu sistem. Saat ini,
model warna CIE telah berkembang menjadi berbagai jenis model warna. Namun,
model warna ini tetaplah menjadi standar model warna karena kemampuannya dalam
mencakup seluruh warna yang dapat dilihat oleh mata manusia.
Berikut ini adalah perbandingan “Color gamut”
antara model warna RGB dan CMYK. Seperti yang dapat dilihat pada gambar ini.
Model warna CMYK memiliki “Color gamut” yang lebih kecil dibandingkan model
warna RGB. Hal ini dapat menyebabkan warna-warna pada hasil proses percetakan
menjadi tidak setajam pada warna-warna yang terdapat pada layar monitor computer
kita. Namun, mesin percetakan yang memiliki semakin banyak varian warna dapat
memiliki “Color gamut” yang semakin besar pula sehingga warna yang dicetak
dapat menjadi semakin tajam
Perbandingan Color Gamut pada model warna RGB, CMYK, dan
mata manusia
Pada tahun 1931, Commission Internationale d’Eclairage (CIE)
menemukan sebuah sistem warna yang dapat mencakup seluruh warna yang dapat
dilihat oleh mata manusia. Sistem ini menggunakan tiga poin yang sebenarnya
yang dilambangkan sebagai X, Y, dan Z. Tiga poin ini bukanlah warna nyata.
Dengan tiga poin ini sebagai dasarnya, kita dapat menggambarkan “color gamut”
yang dapat mencakup seluruh warna yang ada. “Color gamut” ini merupakan suatu
cakupan warna yang dapat dihasilkan ataupun dibaca oleh suatu sistem. Saat ini,
model warna CIE telah berkembang menjadi berbagai jenis model warna. Namun,
model warna ini tetaplah menjadi standar model warna karena kemampuannya dalam
mencakup seluruh warna yang dapat dilihat oleh mata manusia.
Berikut ini adalah perbandingan “Color gamut”
antara model warna RGB dan CMYK. Seperti yang dapat dilihat pada gambar ini.
Model warna CMYK memiliki “Color gamut” yang lebih kecil dibandingkan model
warna RGB. Hal ini dapat menyebabkan warna-warna pada hasil proses percetakan
menjadi tidak setajam pada warna-warna yang terdapat pada layar monitor computer
kita. Namun, mesin percetakan yang memiliki semakin banyak varian warna dapat
memiliki “Color gamut” yang semakin besar pula sehingga warna yang dicetak
dapat menjadi semakin tajam

Komentar
Posting Komentar