Expert System (Sistem Pakar)
Kali ini saya akan menulis blog yang berisi rangkuman materi pertemuan 11 yang terdiri dari :
1. Konsep Expert System/Sistem Pakar
2. Bagian Expert System/Sistem Pakar
3. Manfaat Expert System/Sistem Pakar
4. Kelemahan Expert System/Sistem Pakar
5. Karakteristik Expert System/Sistem Pakar
6. Bidang Pengembangan Expert System/Sistem Paka
1. Konsep Expert System/Sistem Pakar
Sistem Pakar adalah suatu sistem yang menggabungkan
pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal
memerlukan keahlian seorang pakar. Pakar yang dimaksud disini ialah orang yang
mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat
diselesaikan orang awam. Contohnya dokter, mekanik, psikolog dan lain-lain.
Suatu sistem pakar yang menyamai (emulates) kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar-pakar, Basis pengetahuan yang diperoleh, diambil dari pengalaman seorang pakar maupun teori-teori yang ada pada bidang yang spesifik saja untuk mengakses pengetahuan itu secara efisien (mekanisme inferensi) untuk memecahkan masalah.
2. Bagian Expert System/Sistem Pakar
- User Interface
- Knowledge Base
- Inference Engine
- Development Engine
3. Manfaat Expert System/Sistem Pakar
- Meningkatkan produktivitas kerja, menambah efisiensi kerja danhasil solusi kerja.
- Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
- Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.
- Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu.
- Handal (Reability). Sistem pakar tidak lelah/bosan, juga konsisten dalam memberi
- Merupakan arsip yang terpercaya dari sebuah keahlian, sehingga pengguna seolah-olah berkonsultasi langsung dengan pakar, meskipun sang pakar mungkin sudah pensiun
4. Kelemahan Expert System/Sistem Pakar
- Daya kerja dan produktifitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem
- Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional.
- Sistem pakar tidaklah 100% bernilai benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Dalam hal ini peran manusia tetap merupakan faktor dominan.
- Masalah dalam mendapatkan pengetahuan, dimana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.
5. Karakteristik Expert System/Sistem Pakar
1. Pengetahuan sistem pakar merupakan suatu konsep, bukan
berbentuk numeris.
2. Informasi dalam sistem pakar tidak selalu lengkap,subyektif,
tidak konsisten, subyek terus berubah dantergantung pada kondisi lingkungan
sehingga keputusan yang diambil bersifat tidak pasti dantidak mutlak “ya” atau
“tidak” tetapi menurut ukurankebenaran tertentu
3. Kemungkinan solusi sistem pakar terhadap suatu permasalahan
adalah bervariasi dan mempunyai banyak pilihan jawaban yang dapat diterima,
semua faktor yang ditelusuri memiliki ruang masalah yang luas dan tidak pasti
4. Perubahan atau pengembangan pengetahuan dalam sistem pakar
dapat terjadi setiap saat bahkan sepanjang waktu sehingga diperlukan kemudahan
dalam modifikasi sistem untuk menampung jumlah pengetahuan yang semakin besar dan
semakin bervariasi
5. Pandangan dan pendapat setiap pakar tidaklah selalu sama,
yang oleh karena itu tidak ada jaminan bahwa solusi sistem pakar merupakan
jawaban yang pasti benar. Setiap pakar akan memberikan pertimbangan-
pertimbangan berdasarkan faktor subyektif.
6. Keputusan merupakan bagian terpenting dari sistem pakar. Sistem
pakar harus memberikan solusi yang akurat berdasarkan masukan pengetahuan
meskipun solusinya sulit sehingga fasilitas informasi sistem harus selalu
diperlukan.
6. Bidang Pengembangan Expert System/Sistem Pakar
- Interprestasi, yaitu pengambilan keputusan atau deskripsi tingkat tinggi dari sekumpulan data mentah, termasuk diantaranya juga pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interprestasi sinyal, dan beberapa analisis
- Proyeksi, yaitu memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu, diantaranya peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalu lintas, estimasi hasil, militer, pemasaran, atau peramalan
- Diagnosis, yaitu menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
- Desain, yaitu menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu, diantaranya layout sirkuit dan perancangan
- Perencanaan, yaitu merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu, diantaranya perencanaan keuangan, komunikasi, militer, pengembangan produk, routing dan manajemen
- Pengawasan (Monitoring), yaitu membandingkan tingkah laku suatu sistem yang teramati dengan tingkah laku yang diharapkan darinya, diantaranya Computer Aided Monitoring System.
- Pelacakan dan Perbaikan (Debugging and Repair), yaitu menentukan dan mengimplementasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi, diantaranya memberikan resep obat terhadap suatu
- Instruksi, yaitu mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek, diantaranya melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan
- Pengendalian, yaitu mengatur tingkah laku suatu environtment yang kompleks seperti kontrol terhadap interprestasi-interprestasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakuan
- Seleksi, yaitu mengidentifikasi pilihan terbaik dari sekumpulan (list)
- Simulasi, yaitu pemodelan interaksi antara komponen-komponen sistem.


Komentar
Posting Komentar